Togel Online Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Bola Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Agen Bola Terpercaya BetFair77.com Resep Kesuksesan Fergusen di MU

Poker Online Poker Online

Agen Bola Terpercaya BetFair77.com Resep Kesuksesan Fergusen di MU – Sir Alex Ferguson mengungkapkan cetak biru Agen Bola Terpercaya BetFair77.com kesuksesan manajerialnya di Manchester United. Fergie menuturkan ada delapan prinsip yang dipakainya untuk membangun dinasti penuh kesuksesan di Old Trafford.

Sir Alex Ferguson

Dalam serangkaian wawancara dengan Profesor dari Harvard Business School, Anita Elberse, Fergie membocorkan rahasianya. Ia menyebut beberapa elemen kunci yang selalu dipakainya ketika menangani United.

Wawancara ini memakan waktu yang cukup lama. Wawancara pertama digelar pada tahun 2011 dan diakhiri pada 2012. Saat itu, Fergie pergi ke Boston untuk menjadi dosen tamu di sekolah bisnis paling elit sejagad itu.

Berikut adalah rangkuman cetak biru Agen Bola kesuksesan Fergie di Manchester United. Versi lengkap wawancara Fergie ini akan diterbitkan di Harvard Business Review edisi Oktober nanti.

1. Membangun Pondasi
Dari pertama saya datang ke Manchester United, saya hanya memikirkan satu hal; membangun sebuah klub sepakbola. Saya ingin membangun langsung dari bawah. Pemikiran pertama 99 persen manajer baru adalah untuk menang – untuk bertahan dan tidak dipecat. Mereka kemudian membawa beberapa pemain berpengalaman. Di beberapa klub, manajer baru hanya perlu kalah tiga kali beruntun untuk dipecat.

Dalam dunia sepakbola saat ini, dengan berbagai macam Direktur dan pemilik klub, saya tak yakin ada klub yang punya cukup kesabaran melihat seorang manajer membangun klub dalam rentang waktu empat tahun. Memenangkan pertandingan adalah hasil sementara – anda tetap bisa kalah. namun membangun pondasi sebuah klub akan membawa stabilitas dan konsistensi.

2. Berani Melakukan Perubahan
Agen Bola Terpercaya – Kami menggolongkan pemain dalam tiga kategori: 30 tahun ke atas, 23 hingga 30 tahun dan para pemain muda. Tujuan dasarnya adalah agar para pemain muda bisa berkembang dan bisa mengikuti standar yang sudah dibuat oleh para pemain yang lebih tua.

Saya percaya bahwa siklus kesuksesan sebuah tim hanya berlangsung selama empat tahun – setelah itu harus dilakukan perubahan. Jadi, kami mencoba memproyeksikan tim kami tiga atau empat tahun ke depan sebelum membuat keputusan.

Karena saya sudah berada di United dalam jangka waktu yang lama, saya punya waktu untuk membuat rencana ke depan. Dari sudut pandang itu, saya sangat beruntung. Hal paling sulit adalah melepas pemain yang sudah terbukti sebagai pemain yang bagus. Akan tetapi, bukti sebenarnya kemudian ada di lapangan.

3. Tentukan Standar Yang Tinggi
Semua yang kami lakukan pada dasarnya adalah mempertahankan standar yang kami tentukan sebagai sebuah klub. Hal ini berlaku terhadap semua hal; pembangunan tim, persiapan tim, pidato motivasi dan pembicaraan soal taktik.

Saya harus selalu mengangkat ekspektasi seorang pemain; mereka tak pernah boleh menyerah. Saya selalu mengatakan: ‘Jika Kalian menyerah sekali, kalian akan menyerah dua kali.’ Saya sempat menjadi orang pertama yang datang paling awal pada pagi hari. Pada tahun-tahun akhir, banyak staf yang sudah datang ketika saya sampai pada jam 7 pagi.

Saya akan meminta lebih banyak lagi kepada pemain bintang. Superstar dengan ego besar tidak menghadirkan masalah seperti yang dipikirkan sebagian orang. Mereka hanya ingin menjadi juara karena kemenangan memijat ego mereka dan akhirnya akan membuat mereka melakukan semua yang dibutuhkan untuk bisa menang. Saya terbiasa melihat Cristiano Ronaldo, David Beckham, Ryan Giggs, dan Paul Scholes berlatih selama berjam-jam. Mereka sadar bahwa menjadi bagian Manchester United bukanlah pekerjaan mudah.

4. Jangan Pernah Kehilangan Kendali
Jika ada satu hari saja di mana pelatih Manchester United dikendalikan oleh pemain, maka Manchester United tidak akan dikenal seperti saat ini. Jika pemain memutuskan bagaimana seharusnya metode latihan, hari apa mereka harusnya libur, hukuman apa yang harus diberikan dan taktik apa yang harus dipakai, maka Manchester United juga tidak akan seperti sekarang ini.

Saya tak akan mengizinkan siapa pun untuk menjadi lebih kuat dari saya. karakter saya harus lebih besar dari karakter mereka. Ada kalanya saya bertanya apakah seorang pemain sudah telah memengaruhi atmosfer ruang ganti, performa tim dan kendali saya atas pemain lain dan para staf. Jika memang ada, maka saya harus memutus pengaruh itu, tak ada pilihan lain.

Tak jadi soal apakah pemain itu merupakan pemain terbaik dunia. Sebagian klub Inggris sudah berganti pelatih terlalu sering sehingga memberikan kekuatan yang terlalu tinggi kepada pemain di ruang ganti. Hal itu sangat berbahaya. Jika seorang pelatih tidak memegang kendali, ia tak akan bertahan lama.

5. Sampaikan Pesan Pada Saat Yang Tepat
Tidak ada satu orang pun yang senang ketika mendapat kritik. Sebagian besar orang memberikan respon bagus ketika mendapatkan dorongan semangat. Bagi manusia, tak ada yang lebih baik dari mendengarkan ‘well done’. Itu adalah dua kata terbaik yang pernah diciptakan.

Namun kadangkala pelatih perlu menunjukkan kesalahan yang dilakukan pemain atau ketika para pemain itu tidak menunjukkan penampilan seperti yang diharapkan. Saat itulah teguran menjadi sangat penting. Saya akan memberikan teguran setelah pertandingan selesai. Saya tidak akan menunggu hingga hari Senin karena semua masalah sudah dianggap selesai pada hari Senin.

Kata-kata pra-pertandingan saya biasanya berisi tentang ekspektasi tim, kepercayaan diri pemain dan kepercayaan mereka terhadap satu sama lain. Pada jeda pertandingan, saya biasanya punya delapan menit untuk menyampaikan pesan, jadi sangat penting untuk bisa mengalokasikan waktu dengan baik.

Semuanya terasa mudah jika anda menang. Ketika kalah, anda harus bisa membuat perbedaan – memberikan pengaruh kepada tim. Kadang rasa takut juga bisa dipakai. Namun jangan sampai terlalu keras; jika pemain selalu merasa takut, mereka tidak akan bisa tampil dengan baik. Pelatih harus bisa memainkan peran yang berbeda pada waktu yang berbeda. Kadang anda harus bisa menjadi dokter, guru atau seorang ayah.

6. Bersiap Untuk Menang
Kemenangan adalah sifat alami saya. Saya tak punya pilihan lain. Bahkan jika lima atau sebagian besar pemain utama saya cedera, saya masih akan meminta kemenangan. Saya berani mengambil resiko dan anda bisa melihatnya dalam cara bermain kami ketika pertandingan akan berakhir.

Jika kami masih tertinggal dan waktu tersisa hanya 15 menit, saya akan mengambil resiko yang lebih besar lagi. Saya akan tetap gembira meski kami akhirnya kalah 1-3 asalkan kami sudah mencoba untuk menyeimbangkan kedudukan atau bahkan mencuri kemenangan. Jadi, dalam 15 menit terakhir pertandingan, kami akan all out mencoba mencari gol.

Kami akan memasukkan pemain bertipe menyerang dan tak terlalu peduli dengan pertahanan. Kami tahu bahwa jika kami bisa menang 3-2, kami akan merasakan kemenangan fantastis. Jika kami kalah 1-3, kami tetap saja kalah. Semua tim saya memiliki kegigihan – mereka tak pernah menyerah. Itu adalah karakteristik yang hebat untuk dimiliki.

7. Kekuatan Observasi
Observasi (pengamatan) adalah bagian terakhir dari struktur manajerial saya. Suatu sore di Aberdeen saya berbincang dengan asisten dan para pelatih tim saya. Mereka mengatakan bahwa saya tak harus selalu memimpin latihan tim. Awalnya saya bilang tidak tapi saya tahu mereka benar.

Jadi kemudian saya mendelegasikan tugas memimpin latihan. Itu adalah hal terbaik yang saya pernah lakukan. Saya tidak kehilangan kendali. Kehadiran dan kemampuan saya untuk mengatur tetap ada dan saya mendapat banyak hal berharga ketika menjadi pengamat.

Saya bisa melihat perubahan kebiasaan pemain atau turunnya antusiasme. Saya jadi bisa melakukan banyak hal untuk mengatasinya. Kadang saya bahkan bisa mengetahui seorang pemain mengalami cedera meskipun ia merasa baik-baik saja.

8. Jangan Berhenti Beradaptasi
Belum ada agen pemain ketika saya mulai menjadi pelatih. Meski pertandingan sudah disiarkan di televisi, media belum mengangkat ketenaran seorang pemain ke level bintang film. Artinya, media saat itu tidak mengejar pemain untuk mencari cerita tentang kehidupannya.

Stadion juga terus berkembang, lapangan sekarang sudah dalam kondisi sempurna. Saat ini, ilmu keolahragaan sudah memiliki pengaruh besar dalam cara kami menyiapkan tim sepanjang musim.

Para pemilik klub dari Rusia, Timur Tengah dan tempat-tempat lain sudah menyiramkan banyak uang untuk sepakbola dan memberikan tekanan besar kepada para manajer. Para pemain saat ini hidupnya juga harus dilindungi, jadi mereka sebenarnya lebih rapuh dari para pemain yang berkiprah 25 tahun lalu.

(bola.net)

Share this post:

Recent Posts