Togel Online Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Bola Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

“Sepak Bola Indonesia Jeblok karena Krisis Pemimpin”

Poker Online Poker Online

Krisis kepemimpinan dalam tubuh PSSI dan pemangku kepentingan lainnya telah berdampak pada merosotnya prestasi sepak bola Indonesia.

Sepak bola
Penyerang Arsenal, Chuba Akpom, merayakan gol ke gawang Indonesia. Di latar belakang, kiper Kurnia Meiga hanya bisa menyesali gawangnya kebobolan lagi. Pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (14/7/2013) itu, Indonesia digulung The Gunners 0-7.

Demikian pendapat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (15/7/2013), seperti diberitakan kantor berita Antara. Prabowo mengatakan hal itu menanggapi kekalahan Indonesia dari Arsenal dengan skor 0-7.

“Prestasi tim nasional semakin menurun. Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus, terutama dalam pembenahan masalah kepemimpinan yang nantinya akan berpengaruh pada manajemen persepakbolaan nasional dan pembangunan karakter,” kata Prabowo Subianto.

Dia meyakini tidak ada pemain sepak bola yang tidak berkualitas. Penentu kualitas sepak bola adalah kualitas pemimpinnya.

“Jadi, sebaiknya mencari pemimpin yang baik dulu dan kemudian baru bicara masalah permainannya,” kata dia.

Prestasi timnas Indonesia di tingkat Asia Tenggara juga belum bisa disebut membanggakan karena belum sekali pun memenangi Piala AFF, trofi supremasi sepak bola regional zona ASEAN.

“Memang saya pribadi menilai prestasi timnas kita mengalami penurunan. Saya masih ingat Indonesia pernah memiliki prestasi yang membanggakan dengan menahan imbang timnas Rusia 0-0 pada pertandingan Olimpiade 1956. Setelah itu, Indonesia selama bertahun-tahun sempat bertengger di posisi tiga zona Asia,” katanya.

Tahun lalu, Indonesia sempat mengalami kekalahan telak 0-10 dari Bahrain pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E. Banyak pihak yang menganggap konflik dualisme persepakbolaan merupakan penyebab menurunnya prestasi timnas Indonesia. Meskipun begitu, saat dualisme belum mengemuka, tim Garuda juga sempat kalah telak 1-7 dari Uruguay.

Share this post:

Recent Posts