Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Bola Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Agen poker, judi poker Poker Online Bandar Online Terpercaya Poker Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Poker Online Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Agen Poker Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Pengusaha Ancam Gugat Jokowi Bila Sahkan UMP Rp 2,2 Juta

Poker Online Poker Online

Jakarta – Pengusaha kecewa dengan keputusan Dewan Pengupahan DKI Jakarta yang menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2013 sebesar Rp 2,2 juta. Pengusaha mengancam menggugat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bila mengesahkan penetapan besaran UMP tersebut.

Pengusaha Ancam Gugat Jokowi Bila Sahkan UMP Rp 2,2 Juta

“Ini sangat tidak fair,kita siap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan jika Gubernur DKI Jakarta menetapkan UMP atas rekomendasi Dewan Pengupahan DKI Jakarta,” kata Sarman Simanjorang, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia dalam rilisnya, Kamis (15/11/2012).

Sarman mengatakan para pengusaha berharap agar Jokowi menetapkan UMP DKI dengan bijak. Apalagi Jokowi yang punya latar belakang pengusaha, sebut Sarman mengetahui kondisi riil para pengusaha.

“Kita meminta agar besaran UMP tidak memberatkan pengusaha akan tetapi juga tidak menurunkan tingkat kesejahteraan buruh. Semua untuk kepentingan bersama demi kelangsungan dunia usaha dan kelangsungan kerja para buruh dan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih baik,” sambungnya.

Dalam rapat di Balai Kota kemarin (14/11), Dewan Pengupahan menetapkan UMP Rp 2.216.243,68, naik sekitar 112 persen dari kebutuhan hidup layak Rp 1.978.789 per bulan. Pengusaha yang menolak angka ini langsung walk out dari ruang rapat.

“Ada sandiwara antara pemerintah dengan Serikat Buruh. Kami heran melihat sikap buruh yang tadinya ngotot meminta UMP Rp. 2.799.067, tiba-tiba hanya meminta penambahan dua persen dari angka yang diajukan Pemerintah yakni Rp 2.176.667,09,” terang Sarman.

Share this post:

Recent Posts